Dinkes Bener Meriah Musnahkan 757 Obat Kadaluarsa dan Larang Edar

10-12-2019 19:21:31

Redelong- Dinas Kesehatan Bener Meriah memusnahkan obat yang sudah kadarluasa dan obat yang dilarang diedarkan oleh Kementerian Kesehatan. Hal itu disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Iswahyudi, Selasa, (10/12/2019 ) di Gudang Farmasi Bener Meriah.

Untuk proses pemusnahan sendiri akan dilaksanakan di Jakarta, sementara Dinas Kesehatan Kabupaten Bener Meriah hari ini mengirimkan sebanyak 757 kilo terdiri dari 61 jenis obat yang kadarluarasa dan beberapa jenis obat yang sudah tidak di izinkan lagi diedarkan.

"Di tempat kita tidak ada pemusnahan obat-obat tersebut, untuk itu kita harus mengirimkan ke Wastek Internasional di Jakarta," sebut Iswahyudi.

Ia menyebutkan, masih ada 2 ton lagi obat-obat kadarluarasa yang harus di musnahkan namun karena anggaran tidak ada, kita upayakan tahun depan lagi dikirim.

"Anggran untuk kegiatan pengiriman hari ini mencapai 70 juta lebih, karena untuk ongkos kirim perkilo sebanyak Rp6600 dan biaya pengiriman untuk 757 kilo mencapai 49 juta ditambah lagi biaya lainnya," papar Kadis Kesehatan itu.

Saat ditanya nominal angaran untuk obat obat yang dimusnahkan, Iswahyudi menuturkan obat yang dimusnahkan mencapai 357 juta

Semenatar itu, Bupati Bener Meriah Tgk H Sarkawi  didampingi Sekretaris Daerah Drs Haili Yoga M. Si, Asisten II Abdul Muis,   Inspektur inspektorat Bener Meriah Mawardi, dan Kabag Humas Wahidi yang hadir menyaksikan pengiriman obat-obat kadarluarasa.

Tgk H Sarkawi mengharapkan mudah-mudah obat-obat yang sudah kadarluasa  bisa terus dilakukan penusnahan. Untuk itu diharapkan pihak farmasi  terus lakukan monitoring terhadap obat-obatan yang sudah kadarluasa.

"Obat yang sudah kadarluasa dan yang tidak sesui aturan  harus cepat disingkirkan karena kita khawatir nanti obat tersebut di droping ke puskesmas karena ketidakcermatan petugas," pinta Sarkawi.

Kata Sarkawi, pihak pendistribusi obat  harus cermat menyalurkan obat-obatan ke puskesmas karena ini menyangkut nyawa seseorang. "Cek dan terus cek obat-obatan tersebut jangan sempat terjadi kesalahan baik itu petugas kesehatan yang bagian penyuntikan dan pemberian obat," harap Abuya Sarakwi.*(gn/fa).