Pelaku Seni di Bener Meriah Minta Pemerintah Izinkan Manggung

07-07-2020 18:07:01


Redelong- Pelaku seni dan jasa di Bener Meriah yang tergabung dalam Organisasi Seni dan Jasa (Onsenja) Bener Meriah datangi Kantor DPRK Bener Meriah guna untuk meminta Pemerintah daearah (Pemda) setempat untuk mengeluarkan izin  melakukan aktivitas manggung di hajatan pesta. 

Menurut penuturan perwakilan Pelaku Seni ( Keyboard ) Bener Meriah,  Edy Rengali kepada media, Selasa ( 7/7/2020 ) di halaman Kantor DPRK Bener Meriah menyebutkan, sejak bulan Maret yang lalu mereka sudah tidak diizinkan lagi untuk melakukan aktivitas manggung di acara hajatan pesta dimasa pendemi Covid-19. Akibatnya para pelaku usaha seni dan jasa sangat terdampak secara perekonomian.

“Dari bulan Maret lalu hingga saat ini kami tidak dapat melakukan aktivitas manggung di acara hajatan pesta pernikahan maupun hajatan pesta lainnya seperti sebelum Covid-19, sehingga kami sangat terdampak perekonomian karena pendapatan kami selama ini dari kegiatan manggung dari panggung kepanggung di acara pesta-pesta yang digelar masayarakat,“ ungkap Edi Rengali.

Hal senada juga disampaikan Pelaku Seni lainya, Danang, menurutnya mengingat saat ini Kabupaten Bener Meriah sudah berada dalam zona hijau Covid-19 dan menuju new normal ( Kehidupan baru ) untuk itu kami selaku pelaku usaha seni dan jasa meminta kepada pemerintah daerah Bener Meriah untuk memberikan izin memperbolehkan lagi kegiatan Keyboard pada acara  pesta pernikahan maupun pesta hajatan lainnya. 

“ Karena kami melihat di Kabupaten Aceh Tengah saat ini sudah memperbolehkan lagi mengelar keyboard, apa salahnya juga kami di Bener Meriah juga di izinkan meskipun harus dengan mengacu pada protokol kesehatan Covid-19 kami bersedia untuk mengikuti ketentuan tersebut “ ungkap Danang.

Sementara itu Gayadi, mengatakan di Kabupaten Bener Meriah terdapat sebanyak 46 pelaku usaha Seni Keyboard, 39 pelaku usaha jasa pelaminan, dan puluhan potografer pesta perkawanian yang terdampak perekonomian akibat Covid-19. 

Kata Gayadi, hal itu seduah berlangsung sejak Pemerintah mengeluarkan imbauan untuk tidak melakukan pesta dengan mengelar respsi pernikahan atau pun khitan dengan melibatkan orang banyak   bulan Maret 2020 yang lalu hingga saat ini. Tentu dengan kondisi itu para pelaku usaha seni dan jasa merasakan dampak ljuar biasa. Terang Gayadi.

Oleh sebab itu, Kami dari Onsenja ( Organisasi Seni dan Jasa Bener Meriah ) meminta kepada pemerintah daerah dan DPRK Bener Meriah untuk membolehkan  pesta pernikahan dengan mengunakan Keyboard, pintanya (gn)